Umroh mandiri memang menjadi tren belakangan ini, sejak ditetapkan legal di tahun 2025. Banyak yang tergoda untuk melakukan umroh mandiri dengan iming-iming "lebih fleksibel" dan "lebih murah". Secara waktu dan budget bisa jadi benar iming-iming tersebut, tetapi dibalik itu semua ada resiko dan fakta pahit yang sedang mengintai para calon jemaah umroh mandiri.
1. Biaya Tidak Lebih Murah dan Lebih Melelahkan.
Banyak orang yang memilih untuk melakukan umroh secara mandiri karena tergiur biaya yang lebih murah, tapi nyatanya selisih biayanya hanya sedikit sekali dengan umroh menggunakan travel. Justru, umroh mandiri lebih melelahkan, karena segala sesuatunya harus dikerjakan dan diurus secara sendiri atau mandiri. Mulai dari pengurusan visa umroh, hotel, transportasi dan teknis lainnya.
Karena mereka harus melakukan perbandingan tiket pesawat dan hotel mana yang bisa kasih harga murah dan itu mereka lakukan berbulan-bulan. Situasi semakin rumit ketika sudah sampai, kendala bahasa adalah yang utama. Walaupun orang-orang di Madinah dan Mekkah banyak yang bisa berbahasa Indonesia, tetapi kebanyakan mereka adalah pedagang, bukan pemandu untuk melakukan ziarah di sekitar kota Madinah dan Mekkah.
2. Asuransi Tidak Ada, Resiko Ditanggung Sendiri
Tidak adanya asuransi adalah hal yang paling krusial dan penting dalam hal ibadah umroh jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Karena jika terjadi sesuatu yang tidak diinginkan, jemaah umroh harus menanggung dengan biaya sendiri. Resiko ini akan semakin besar, jika jemaah umroh tersebut mengajak keluarga seperti orang tua atau anak-anak yang rentan akan terkena penyakit atau kelelahan.
3. Travel Resmi Agar Lebih Aman
Menggunakan travel resmi untuk ibadah umroh tentunya akan memberikan rasa aman kepada jemaah. Jemaah tidak perlu repot untuk mengurus administratif, sehingga jemaah fokus pada ibadah. Sangat disayangkan jika jauh-jauh dari Indonesia ke Madinah dan Mekah untuk beribadah umroh, malah disibukkan dengan perkara administratif dan hal yang lainnya yang bisa mengganggu kekhusyukan ibadah.
Berapa sebenarnya biaya umroh mandiri?
Menurut jemaah umroh yang pernah melakukan ibadah umroh secara mandiri, biayanya tidak jauh berbeda dengan menggunakan travel, kisaran 28 juta - 32 juta. Biaya ini terdiri dari;
* Tiket Jakarta - Jeddah (PP) : 8 - 10 juta per orang
* Visa : 3 - 4 juta
* Hotel bintang tiga : sekitar 500 ribu per malam
* Makan dan Minum 1 minggu : 3 - 4 juta
* Transportasi lokal : 3 - 4 juta
Harga tersebut bisa jadi akan lebih mahal jika tidak pandai dalam memilih tiket pesawat, hotel penginapan yang jauh sehingga akan menambah biaya transportasi. Pilihan umroh mandiri adalah bukan pilihan yang cocok buat jemaah yang baru pertama kali melakukan ibadah umroh.
Ketenangan dan terstruktur akan didapat jika menggunakan Travel Umroh Resmi, sehingga ibadah umroh akan menjadi fokus dan khusyuk.
Jadi daripada ambil resiko besar dengan umroh mandiri, lebih baik menggunakan travel resmi.
Yuk konsultasikan sekarang kepada kami untuk paket biaya umroh dan waktu keberangkatan, agar ibadah umroh menjadi nyaman, khusyuk dan mabrur.


Comments
Post a Comment